Mungkin blog ini sekarang akan lebih banyak gue isi dengan topik-topik pembahasan spiritualitas. Kalau pernah baca Supernovanya Dee Lestari, anggap saja blog ini sebagai si Supernova itu sendiri yang banyak menjawab pertanyaan-pertanyaan penikmatnya.
Blog ini ke depan akan diisi dengan curhatan-curhatan yang berbau spiritualitas. Terserah kamu, Anda, lu semua mau gimana menyikapinya. It’s all up to you.
Kita mulai pembahasan dari yang paling basic dulu. Sebuah pertanyaan ditanyakan ke gue di platform Quora.
Apa yang dimaksud spiritual tapi tidak religius dan religius tapi tidak spiritual?
Ini adalah pertanyaan yang fundamental. Karena apa? Karena orang masih menyamakan antara berspiritual dengan beragama. Orang yang beragama belum tentu spiritual, namun orang yang spiritual sudah pasti mengerti agama secara fundamental.
Maka, gue menjawab pertanyaan si Fulan tersebut dengan:
Dua hal tersebut memang sering terjadi, namun, biasanya orang yang spiritual biasanya akan paham sedikit banyak tentang religiusitas. Mereka punya limitasi-limitasi tertentu setelah berusaha untuk membuat pemakluman-pemaklumannya sendiri berkaitan dengan hal-hal berfisik yang ada di dalam, let's say, ritual agama.
Jadi, ya pemahaman religiusitas orang yang spiritual kalau bisa saya katakan ya jauh lebih paham, walaupun mungkin mereka tidak melakukannya (baca: ritual) karena memang mereka sudah memahami bagaimana esensinya.
Sebaliknya, orang yang religius sudah pasti hampir bisa dipastikan TIDAK spiritual. Mengapa? Karena mereka belum menyadari bagaimana sejatinya konsep spiritual itu. Mereka masih terkotak-kotak sesuai dengan kelompoknya. Dan mereka menganggap bahwa spiritual ya itu yang semacam uji nyali di televisi.
Nah, sejatinya semua orang akan mempelajari spiritualitas dalam artian yang benar, yakni menuju ke Tuhan. Namun kapan? Ya tergantung dari kelayakan masing-masing manusia. Ada manusia yang seumur hidup tidak dilayakkan oleh Tuhan karena memang dalam kehidupan ini dia harus banyak membayar karma yang dia perbuat sebelumnya. Ada saatnya nanti, manusia tersebut akan bertemu dengan guru yang tepat dan mengalami pertumbuhan spiritual. (tentu saja bagi kamu yang percaya dengan konsep karma dan reinkarnasi - nanti kita bahas ini di postingan terpisah)
Sementara itu, niatkan saja bahwa "saya mohon dilayakkan untuk proses spiritual". Ketika manusia itu siap, maka energi semesta akan bersambut.
Nah, ketika orang sudah sampai tahap pemikiran ini, maka dia mengalami yang disebut dengan kebangkitan spiritual. Ada juga orang di Quora yang bertanya tentang topik ini.
Apa yang dimaksud dengan mass awakening di tahun 2020 atau kebangkitan spiritual secara serentak di tahun 2020?
Akan ada banyak pertumbuhan jiwa-jiwa tua yang sudah malang melintang dalam samsara yang akan mengalami proses pengingatan kembali. Bukan hanya 2020, namun ke depannya akan begitu. Secara serentak? Bisa dibilang demikian momentumnya, namun daya tangkap masing-masing jiwa tentunya berbeda.
Apa saja yang Anda rasakan ketika mengalami kesadaran spiritual? Apa saja yang Anda pahami setelah mengalami kesadaran spiritual?
Momen spiritual enlightenment adalah proses yang langka, walaupun setiap manusia wajib menjalaninya (baik di linimasa saat ini atau yang lainnya). Setelah momen itu, yang pasti pandangan berubah. Tingkat pemahaman akan kebenaran Tuhan juga berubah. Proses selanjutnya adalah pencarian guru, karena belajar spiritual tidak akan mungkin tanpa guru. Setelah tahap ini, sang guru akan membantu manusia itu untuk dibersihkan dari segala emosi dan faktor-faktor mental negatif. Sehingga, yang dirasakan adalah damai.
**
Sepertinya itu dulu pembahasan kita tentang topik Pengantar Spiritualisme. Jalan ini lebar dan terang benderang namun tidak banyak orang yang tahu. Ya, memang harus begini. Semoga kita bertumbuh bersama. So be it.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar